BISNIS SAMBIL KULIAH - Bisnis Ayam Kampung

on Jumat, 23 Januari 2015
Haiii sahabat agri.. kali ini saya akan berbagi tips buat sahabat mengenai bisnis ternak ayam kampung.Karna jika kita melihat dari sudut kacamata bisnis, ternak ayam kampung menjadi salah satu bisnis yang sangat menarik untuk kita tekuni.Alasannya adalah membudidayakan ayam kampung dirasa cukup mudah dibandingkan dengan ternak ayam broiler.Sebelum memulai usaha sahabat,mungkin ada beberapa hal yang harus sahabat perhatikan.Berikut ulasan singkat mengenai tips ternak ayam kampung.

Gali informasi sebelum beternak

Apapun jenis usaha yang akan anda jalani pastinya, diperlukan informasi serta pengetahuan yang cukup sehingga hasil dari usaha yang anda jalani bisa mencapai kesuksesan, tidak terkecuali dengan bisnis ternak ayam kampung. Jangan sampai ketika sedang memulai bisnis ini, anda akan merasa kebingungan di tengah jalan dan tidak mampu menguasai teknis beternak yang baik sehingga hasilnya tidak akan bisa optimal serta ancaman kegagalan pun bisa menjumpai anda. Oleh karena itu, pelajari bagaimana teknis beternak ayam kampung yang baik dan ketahui bagaimana proses pembibitan, perawatan, hingga proses perkembangbiakannya bisa anda kuasai dengan baik. Anda pun bisa mencari informasi tersebut di berbagai media online, buku, maupun majalah seperti yang Anda lakukan saat ini.
Selain itu jalin komunikasi dengan para peternak ayam kampung yang lain, yang bisa diajak bertukar pikiran tentang pengalaman beternak ayam kampung. Jika anda masih memulai usaha ternak ayam kampung anda bisa melakukan kerjasama pembelian bibit ayam kampung dari beternak yang bersangkutan.
Anda juga bisa mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan budidaya ayam kampung oleh beberapa instansi baik dari dinas pertanian maupun dari swasta. Kegiatan tersebut bisa membantu anda dalam memperkaya pengetahuan serta memperoleh petunjuk teknis cara ternak ayam kampung yang benar dan sesuai dengan anjuran.

Perhatikan Persyaratan Beternak Ayam

Sejak jaman dahulu kala petani kita sudah melakukan ternak ayam kampung dengan sistem umbaran, namun ternyata pola pemeliharaan umbaran kurang efisien untuk dijalankan di masa sekarang karena pemeliharaan yang ala kadarnya serta pertumbuhan bobot ayam dan produksi telur nya masih cukup rendah.
Sebagai contohnya apabila beternak ayam kampung secara tradisional atau umbaran Anda membutuhkan waktu hampir 6 bulan untuk mencapai bobot 1 kg ayam kampung, sedangkan jika kita beternak secara intensif kita hanya membutuhkan waktu sekitar 2-2,5 bulan untuk mendapatkan ayam pedaging yang siap jual.
jika ingin memulai bisnis ternak ayam kampung sebaiknya Anda harus memperhatikan betul persyaratan lokasi serta teknik budidaya yang sesuai dengan standar peternakan. Apabila kondisi peternakan baik maka bisa membuat para peternak menjalankan usahanya secara fokus.

Fokus Menentukan Arah Usaha

Sedari awal tentukan arah usaha peternakannya, mau bisnis ayam pedaging atau ayam petelur. Hal ini untuk memilih DOC (bibit ayam kampung) yang tepat dan sesuai dengan bibit untuk petelur atau pedaging, sehingga hasil dari ternak bisa optimal. Kesalahan yang sering dilakukan oleh petani kita adalah kurang fokus dalam memilih jenis usaha, kebanyakan dari mereka beternak kedua-duanya tanpa memisahakan bibit ayam kampung (DOC) sesuai dengan tipe perkembangannya. Akibatnya hasil ternak pun kurang optimal dan rugi dari sisi biaya pemeliharaan.
Yang perlu menjadi cacatan penting adalah DOC petelur dan DOC pedaging berbeda dalam sistem pemeliharaanya. DOC petelur dalam pemeliharaanya lebih difokuskan kepada percepatan bertelur dan kuantitas telur ayam, sedangkan DOC pedaging pemeliharaanya lebih pada kualitas dagingnya dan lama pemeliharaan. Jadi, sebaiknya DOC petelur dan DOC pedaging jangan sampai tertukar pemeliharaannya karena bisa berdampak langsung terhadap biaya pemeliharaan.

Mulailah Dari Tahapan Termudah Bagi Pemula

Bagi Anda yang mau memulai bisnis ternak ayam kampung sebaiknya menggunakan tahapan termudah dalam memulai peternakannya, hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko kegagalan dalam segi investasi dan pendanaan. Berikut ini kami sampaikan beberapa langkah sederhana dalam memulai bisnis ternak ayam kampung.
Jika Anda memilih menjalankan ternak ayam kampung pedaging, sebaiknya memulai bisnis ini dengan membeli DOC untuk dikembangbiakan. Cara pemeliharaan ayam pedaging dirasa cukup mudah dibandingkan pelihara ayam petelur. Waktu pembesaran ayam pedaging hingga siap panen cenderung lebih singkat sekitar 2 – 2,5 bulan. Apabila sudah melewati tahapan pembesaran ayam pedaging, Anda bisa memulai menambah segmen usaha seperti pembibitan ayam pedaging maupun ternak ayam petelur.
Untuk Anda yang mau memulai bisnis ayam kampung petelur, bisa memulai usaha dengan membeli dara ayam petelur berusia 4 hingga 5 bulan. Pelihara ayam tersebut sampai siap untuk menghasilkan telur pada usia 6 bulan. Cara ini terbilang cukup singkat dan efektif daripada membeli DOC yang membutuhkan waktu pemeliharaan lebih lama dan untuk mengurangi resiko selama masa pemeliharaan.
Namun demikian, Anda juga bisa membeli DOC petelur dengan mempertimbangkan memudahkan adaptasi ayam terhadap lingkungan baru sehingga lebih mudah dalam menghasilkan telur. Yang menjadi catatan penting adalah Anda perlu didampingi oleh orang yang sudah pengalaman di bidang ternak ayam kampung sehingga memudahkan dalam berkonsultasi serta bisa memastikan bahwa usaha ternak yang kita rintis bisa berjalan dengan baik.

Mulailah Dari Skala Kecil

Bagi Anda yang masih pemula dalam memulai bisnis ayam kampung, kami menyarankan untuk tidak serta merta investasi besar dalam beternak meskipun modal yang dipunyai mencukupi. Anda bisa memulai ternak ayam kampung beberapa puluh ekor sebagai permulaan, ini penting dilakukan bisa digunakan sebagai media pembelajaran beternak ayam kampung. Amati sekaligus pelajari bagaimana perilaku ayam kampung serta teknik pemeliharaannya ( Learning by Doing ).
Jadikan pengalaman dan pengetahuan beternak ayam selama periode pemeliharaan pertama sebagai modal Anda dalam beternak ayam kampung di periode berikutnya. Jadi, apabila pada periode pertama beternak ayam kampung berhasil maka keuntungan yang Anda dapatkan bisa digunakan sebagai modal untuk beternak di periode selanjutnya. Sebaliknya jika periode pertama belum berhasil, maka modal  simpanan yang Anda punyai masih bisa digunakan untuk beternak di periode selanjutnya
ilustrasi - gambar ayam kampung
ilustrasi – gambar ayam kampung

Pelajari Waktu Memulai Beternak

Dalam memulai beternak ayam kampung perlu mempertimbangkan keadaan musim, karena bisa berpengaruh terhadap hasil ternak. Kami menyarankan untuk memulai beternak ayam kampung ketika musim kemarau atau awal musim kemarau. Pada musim tersebut, kita akan lebih mudah dalam proses pemeliharaan.
Kami contohkan, pada musim kemarau Anda lebih mudah dalam memelihara DOC pada malam hari karena cuacanya cukup mendukung. Namun jika dilakukan pada musim penghujan, pemeliharaan DOC akan lebih repot karena kelembapannya tinggi dan cuaca yang dingin. Apalagi ketika memasuki pancaroba atau pergantian musim, DOC lebih gampang terserang penyakit.
“Apabila Anda terpaksa memulai beternak ayam kampung ketika musim penghujan, kami sarankan untuk memelihara doc di kandang yang memiliki pemanas. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan serangan penyakit dan kematian. Kami tidak menyarankan memulai beternak ayam kampung ketika masa pancaroba”
Dalam beternak ayam kampung bisa dilakukan sepanjang tahun karena memang permintaan akan ketersediaan ayam kampung cukup stabil, begitupun dengan harganya yang cenderung stabil dan makin merangkak naik. Lonjakan harga dan permintaan pasar biasanya terjadi pada waktu hari raya. Sebaiknya menjelang hari raya, produksinya digenjot untuk memenuhi permintaan pasar.

Perhatikan Perlengkapan Ternak dan Manajemen Pemeliharaan

Anda perlu memperhatikan kelengkapan peralatan ternak serta melakukan manajemen pemeliharaan yang sesuai standar. Pastikan berbagai kebutuhan ternak sudah mencukupi dalam hal jumlah serta kualitasnya. Pada umumnya peternakan yang sudah melakukan teknik pemeliharaan sesuai standar sudah mempunyai perlengkapan yang memadai.
Jagalah kebersihan kandang ayam, pastikan tempat pakan dan minum sesuai dengan jumlah ayam yang dipelihara. Bersihkan kandang beserta peralatannya tidak terkecuali tempat pakan dan minum ketika sudah mulai kotor. Peralatan lain yang harus dimiliki oleh peternakan ayam kampung yaitu perlengkapan pembibitan seperti genset dan cooling room. Genset digunakan untuk mengantisipasi pemadaman listrik PLN karena bisa mengganggu proses penetasan telur. Apabila listrik terlalu lama padam maka telur terancam tidak bisa menetas. Dalam proses penetasan telur diperlukan mesin tetas yang dipakai secara manual maupun otomatis.
Perlengkapan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu cooling room dipakai dalam masa pembibitan yang merupakan ruang khusus tempat menyimpan telur yang memakai pendingin udara. Fungsi dari cooling room adalah sebagai media penyimpan sementara telur tetas sebelum dijual atau sebelum dimasukkan ke dalam mesin penetasan. Untuk menyimpan telur tetas di cooling room sebaiknya memakai suhu dibawah suhu normal ruangan yaitu sekitar 25°C , gunanya untuk mencegah pertumbuhan embrio terlalu dini sebelum dimasukkan ke dalam mesin penetasan.
Hal lain yang perlu Anda perhatikan dalam beternak ayam kampung yaitu menajemen pemeliharaan yang baik. Aturlah waktu dalam pemeliharan ternak, mulai dari perawatan kandang, pemberian pakan ternak, pemberian vaksin dan penyemprotan disinfektan pada kandang. Buatlah catatan pada masing-masing periode beternak untuk digunakan sebagai bahan evaluasi beternak ke depan

Geopolitik dan MP3EI

Posisi Indonesia yang strategis dan terletak di antara dua benua dan dua samudera, bukan isapan jempol. Namun para elit dan pengambil kebijakan dalam Masterplan Percepatan, Perluasan dan Peningkatan Ekonomi Indonesia (MP3EI) tidak tahu bagaimana mengaplikasikanya.
Dibandingkan dengan Iran yang hanya memiliki selat Hormuz tetapi mampu membuat “geger” dunia dengan ancaman akan menutup selat tersebut. Atau Suriah misalnya, meskipun minyaknya tidak sekaya Libya, Irak dan lainnya, namun tetap diperebutkan para adidaya karena posisinya yang strategis. Retorikanya bagaimana seandainya Selat Lombok, Selat Sunda atau selat-selat lainnya ditutup selama sebulan untuk latihan gabungan TNI/Polri dalam rangka memerangi terorisme perairan ? Hehehe.
Banyak negara yang bergantung pada selat dan perairan Indonesia seperti Australia, New Zeland, Singapura, Malaysia, China, Korea, Jepang bahkan negara-negara heartland karena terkait distribusi dan transportasi minyak. Konon 80 % APBN Australia sangat tergantung dengan perairan Indonesia, bahkan Singapura 85 % APBN mereka tergantung dengan perairan kita.
Terkait program MP3EI sudah selayaknya faktor geopolitik menjadi acuan utama dalam pengambilan kebijakan. Artinya jika tidak berpijak pada geopolitik dan karakter wilayah perairan nusantara, dikhawatirkan malahan akan memposisikan Indonesia sebagai proxy perang ekonomi dan malah memberi kuasa kepada kepentingan asing seperti saat ini yang sedang terjadi.
Korupsi dan Industri.
Tak dapat dipungkiri, korupsi di Indonesia sebenarnya hanya sebuah modus, tema atau tata cara dari sebuah kolonialisme model baru. Maraknya korupsi di Indonesia karena diciptakan oleh sistem serta didukung aturan dan perundang-undangan yang dirombak pada awal reformasi dahulu.
Ketika sistem yang kini berjalan justru mendorong perilaku koruptif seperti otonomi daerah, multi partai, ona man one vote dan lain sebagainya, maka berapa pun dibentuk lembaga “superbody” seperti KPK tidak akan mampu membendung perilaku koruptif.
Sejarah membuktikan bahwa kemajuan suatu negara diawali dari revolusi industri, revolusi industri membuat rakyat terpapar namun rakyat diuntungkan pada satu sisi. Sangat berbeda dengan korupsi, selain negara dan rakyat “terkapar” dirugikan, korupsi merupakan sisi gelap sekaligus potret memalukan sebuah bangsa di hadapan bangsa lain.
Inti revolusi industri adalah kebebasan warga negara berekspresi memenuhi kebutuhanya sedangkan peran negara bersifat melindungi, mengarahkan dan mengawasi. Selanjutnya setelah hasil dari dinamika warga tersebut diekspor, baru negara mengenakan pajak, dan sudah menjadi keharusan bagi negara untuk “memberi” modal dan fasilitas juga mencarikan pasar bagi komoditi yang dihasilkan oleh karya warganya. Aesensi dari revolusi industri ialah menghindari jerat ketergantungan di segala bidang baik pangan, energi, teknologi dan lain-lain.
Kita adalah bangsa yang besar dan mampu untuk maju hanya saja saat ini kita masih terbelenggu oleh “rantai” sistem ciptaan asing!.
Jayalah negriku!

Bio Solar Nabati


BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Penghematan energi dan penggunaan sesuai kebutuhan mutlak diperlukan. Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1945 Surabaya, Djoko Sungkono, Rabu (27/7/2011), menjelaskan, menurut para ahli minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang dikatakan sebagai bahan bakar fosil diperkirakan akan habis 30 tahun lagi, bahan bakar gas habis dalam kurun waktu 70-80 tahun, dan bahan bakar padat 120 tahun lagi. Sehingga diperlukan penghematan untuk bahan bakar fosil, tetapi jika kebutuhan akan bahan bakar juga banyak bagaimana cara mengatasinya.
Salah satu cara mengatasi krisis energi bahan bakar fosil ini yaitu menggunakan energi alternatif, dimana energi alternatif yang dapat diperbarui dan banyak tersedia di alam. Salah satu alternatif cara yaitu menggunakan bahan bakar nabati. Dimana nabati berasal dari tumbuhan yang selalu dapat diperbarui dan banyak tersedia di alam, apalagi di indonesia yang memiliki berbagai macam tumbuhan dan energi alternatif lain.
Bahan bakar yang sering digunakan saat ini adalah solar dimana sekarang ini masih banyak tersedia di alam, tetapi bagaimana beberapa tahun lagi. Alasan inilah yang membuat penulis mengambil topik ini. Dimana banyak kabar yang tersiar bahwa solar dapat diganti dengan alternatif bahan bakar lain yang lebih banyak keberadaanya di alam dan dapat diperbarui.
Dan membuat penulis ingin mengetahui apakah benar adanya bahwa terdapat alternatif bahan bakar lain pengganti behan bakar diesel yang banyak terdapat di alam dan dapat diperbarui.



1.2     Rumusan Masalah
1.         Apakah ada energi pengganti bahan bakar fosil?
2.         Apakah dampak energi fosil?
3.         Tumbuhan apa yang dapat diman faatkan sebagai anergi alternatif pengganti bahan bakar fosil tersebut?
4.         Bagaimanakah cara mengolahnya agar dapat dimanfaatkan?
5.         Apa manfaatnya?
1.3     Tujuan
1.         Agar pembaca mengetahui bahwa energi fosil dapat habis.
2.         Agar pembaca mengetahi dampak energi fosil.
3.         Agar pembaca mengetahui bahwa terdapat energi lain di alam yang dapat dimanfaatkan sebagai  pengganti bahan bakar fosil.
4.         Dan agar pembaca dapat mengetahui cara pengolahan energi alternatif tersebut agar dapat dimanfaatkan
5.         Agar dapat mengetahui manfaat energi alternatif ini.
1.4     Manfaat
1.         Pembaca dapat mengetahui dampak energi fosil secara berlebihan.
2.         Pembaca dapat mengetahui bahwa energi alternatif di alam dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar fosil.
3.         Pembaca dapat mengetahui cara pengolahan bahan bakar alternatif tersebut.
4.         Dan pembaca dapat mengetahui cara menghemat bahan bakar fosil agar tidak segera habis.
5.         Pembaca dapat mengetahui manfaat energi alternatif ini.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1     Bahan Bakar Fosil
Bahan bakar fosil, adalah sumber daya alam yang mengandung hidrokarbon seperti batu bara, petroleum, dan gas alam. Penggunaan bahan bakar fosil ini telah menggerakan pengembangan industri dan menggantikan kincir angin, tenaga air, dan juga pembakaran kayu atau peat untuk panas.
Ketika menghasilkan listrik, energi dari pembakaran bahan bakar fosil seringkali digunakan untuk menggerakkan turbin. Generator tua seringkali menggunakan uap yang dihasilkan dari pembakaran untuk memutar turbin, tetapi di pembangkit listrik baru gas dari pembakaran digunakan untuk memutar turbin gas secara langsung.
Bahan bakar fosil oleh manusia merupakan sumber utama dari karbon dioksida yang merupakan salah satu gas rumah kaca yang dipercayai menyebabkan pemanasan global. Sejumlah kecil bahan bakar hidrokarbon adalah bahan bakar bio yang diperoleh dari karbon dioksida di atmosfer dan oleh karena itu tidak menambah karbon dioksida di udara.
Dampak Terhadap Udara dan Iklim. selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global).
Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasi NOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat organik). Di udara, sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara, setengah dari konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat (H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam.
2.2     Energi Alternatif
Energi alternatif adalah istilah yang merujuk kepada semua energi yang dapat digunakan yang bertujuan untuk menggantikan bahan bakar konvensional tanpa akibat yang tidak diharapkan dari hal tersebut. Umumnya, istilah ini digunakan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar hidrokarbon yang mengakibatkan kerusakan lingkungan akibat emisi karbon dioksida yang tinggi, yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global berdasarkan Intergovernmental Panel on Climate Change. Selama beberapa tahun, apa yang sebenarnya dimaksud sebagai energi alternatif telah berubah akibat banyaknya pilihan energi yang bisa dipilih yang tujuan yang berbeda dalam penggunaannya.
alternatif yang diinginkan adalah energi alternatif yang memiliki kriteria sebagai berikut.
-          Penggunaan energi alternatif ini dapat digunakan berulang-ulang
-          Energi alternatif yang dipilih jumlahnya sangat berlimpah di alam.
-          Pengolahannya tidak merusak alam.
-          Tidak berbahaya, aman, serta tidak menimbulkan berbau penyakit akibat pengolahan atau penggunaan energi alternatif tersebut.
-          Tidak adanya dalam bentuk apapun yang sifatnya merusak alam atau dengan kata lain energi alternatif tersebut ramah lingkungan.
2.3     Tanaman Jarak Sebagi Energi Alternatif
Dan salah satu energi yang banyak terdapat di alam yaitu tumbuhan, diman tumbuhan banyak terdapat di alam dan dapat terus diperbarui. Tanaman jarak penghasil biodiesel ini berasal dari jenis tanaman jarak pagar yang dalam bahasa Inggris bernama ‘Physic Nut’ dengan nama species Jatropha curcas, tanaman ini seringkali salah diidentifikasi dengan tanaman jarak yang dalam bahasa Inggris disebut ‘Castor Bean’ dengan nama species Ricinus communis.
Kedua tanaman ini berasal dari kerabat klasifikasi tanaman (family) yang sama yaitu ‘Euphorbiaceae’. Tidak sedikit dari kerabat klasifikasi tanaman Euphorbiaceae ini dikenal dengan nama lokal Indonesia sebagai tanaman jarak. Bahkan Jatropha sendiri sebagai sebuah ‘genus’ dalam klasifikasi tanaman memiliki 12 species, semuanya dikenal dalam nama lokal sebagai ‘tanaman jarak’.
Menjelang pertengahan tahun 2004 yang lalu, DaimlerChrysler, salah satu perusahaan otomotif terkemuka, berhasil mengujicobakan penggunaan bahan bakar BTL (Biomass to Liquid) pertama di dunia pada mobil Mercedes-Benz seri C (Mercedes-Benz C 220, red.), menempuh jarak 5.900 km dalan kondisi lingkungan yang ekstrim di India (India Daily, 19/7/2004). Bahan bakar tersebut kemudian diberi nama dagang SunDiesel, diperoleh dari minyak jarak dan merupakan salah satu program DaimlerChrysler dalam mengembangkan Biodiesel.
Manfaat minyak jarak sebagai substitusi bahan bakar sebetulnya telah lama diketahui. Misalnya melalui review yang dipublikasikan oleh Gubitz dkk (1999) pada jurnal Bioresource Technology edisi 67, disebutkan bahwa tahun 1997 grupnya di Austria, telah mempublikasikan hasil uji adaptasi minyak jarak pada mesin diesel standar. Di dalam review tersebut juga disebutkan bahwa jauh sebelum pengujian tersebut dilaksanakan, pada tahun 1982, peneliti dari Jepang juga telah memperoleh hasil memuaskan dalam menguji performansi mesin dalam menggunakan minyak jarak di Thailand.
Pengembangan minyak dari tanaman jarak melalui pendekatan ilmiah di Indonesia, dipelopori oleh Dr. Robert Manurung dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun 1997 dengan fokus ektraksi minyak dari tanaman jarak. Sejak tahun 2004 yang lalu, penelitian ini mendapat dukungan dari Mitsubishi Research Institute (Miri) dan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) dari Jepang (Kompas, 12/5/2005).
Menghadapi krisis kelangkaan BBM dan kenaikan harga BBM di Indonesia, Pemerintah mulai menggali sumber-sumber energi alternatif. Minyak jarak ini pun mulai mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah. Setelah dirintis oleh ITB kemudian diikuti oleh IPB, dan selanjutnya diikuti oleh lembaga pemerintah pusat yaitu BPPT, dan oleh pemerintah daerah seperti Pemprov. Nusa Tenggara Timur, Pemprov. Nusa Tenggara Barat, Pemkab. Purwakarta dan Pemkab. Indramayu, serta oleh BUMN seperti PT. Pertamina, PT. PLN dan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), semua saling bekerja sama untuk pengembangan minyak jarak sebagai bahan bakar minyak alternatif ini. Tidak ketinggalan Sekolah Menengah Kejuruan bidang pertanian pun akan mengikuti pengembangan minyak jarak ini, untuk bahan bakar minyak alternatif.
Setidaknya ada satu optimisme peluang pasar minyak jarak ini cukup terbuka dengan munculnya pernyataan Direktur Utama Pertamina yang menyebutkan bahwa Pertamina siap menampung minyak jarak dari masyarakat untuk diproses lebih lanjut sebagai Biodiesel (www.pertamina.com , 18/8/2005). Bahkan Jepang yang terikat komitmen Protokol Kyoto bersiap-siap membeli produk energi alternatif dari minyak jarak ini.
2.4     Cara Mengolah
Proses pengolahan minyak jarak untuk menghasilkan biodiesel relatif mudah. Untuk menghasilkan minyak dalam skala kecil (0,5-0,6 ton perawatan hari) cukup dengan mengepres biji jarak yang sudah kering menggunakan mesin diesel satu silinder, sehingga menghasilkan minyak jarak kasardan bungkil.
Tahap selanjutnya adalah menyaring menggunakan mesin penyaring sehingga dihasilkan minyak jarak bersih. Kemudian dilakukan proses pemurnian terhadap minyak jarak yang sudah bersih sampai menghasilkan minyak jarak murni yang siap dijual.
Biodiesel yang diperoleh dari tanaman jarak berupa minyak jarak yang diperoleh dari biji jarak. Menurut Tatang H. Soerawidjaya (2005:1) biodiesel yang dihasilkan dari tanaman Jarak Pagar merupakan minyak lemak semimulus (semi refined fatty oil), yang telah dibersihkan dari fosfor dan asam-asam lemak. Dalam hal ini fosfor merupakan zat yang merugikan karena mesin diesel dapat mengubah fosfor ini menjadi garam atau asam fosfat yang mengendap menjadi kerak di dalam kamar pembakaran atau terbawa keluar sebagai pencemar udara oleh emisi gas buang.
2.5     Manfaat Energi Alternatif Dari Tanaman Jarak
Keunggulan biodiesel dari tanaman jarak dibandingkan dengan solar. Menurut Dody Hidayat (2005:1), dibandingkan dengan minyak solar, biodiesel memiliki angka cetane yang lebih tinggi dan daya lumas yang lebih baik. Minyak jarak pagar memiliki angka setana 51 sedangkan solar 45. Angka setana (cetane rating) adalah tolak ukur kemudahan menyala/terbakar dari suatu bahan bakar di dalam mesin diesel. Semakin tinggi angka setane semakin aman emisi gas buangnya, karena bahan bakar dapat terbakar dengan sempurna, sehingga kadar emisi gas sulfur (SOx), nitrogen (NOx) dan karbon yang termasuk dalam gas-gas rumah kaca lebih rendah.
Selain itu dalam membangkitkan tenaga listrik, biodiesel tidak memerlukan genset baru karena minyak jarak dapat langsung digunakan pada genset yang sudah ada.
Manfaat penggunaan biodiesel dari tanaman jarak terhadap lingkungan. Penggunaan bahan bakar fosil telah meninbulkan berbagai dampak buruk bagi lingkungan. Seperti meningkatnya kadar gas rumah kaca di atmosfer bumi. Jika hal ini dibiarkan secara terus menerus, maka pemanasn global adalah konsekuensi yang harus dihadapi oleh seluruh penduduk bumi.
Sebagai salah satu sumber energi alternatif, Biodiesel dari tanaman jarak dapat dikategorikan sebagai sumber energi ramah lingkungan. Karena menurut Humas (2005:2), pembakaran mesin yang berbahan bakar biodiesel menghasilkan emisi gas buang, asap dan partikel, yang lebih rendah. Angka setane yang lebih tinggi dibandingkan solar membuat kadar emisi gas karbon, nitrogen, dan sulfur lebih rendah.
Selain itu, penggunaan biodiesel dari tanaman jarak pagar membuka kemungkinan penanaman kembali lahan-lahan kritis yang ada di Indonesia. Menurut Humas (2005:2), saat ini terdapat 13 juta hektar lahan kering di seluruh Indonesia. Mengingat tanaman jarak pagar merupakan tanaman yang dapat tumbuh di lahan keirng dan kurang subur,maka dengan menggunakan biodiesel di Indonesia, lahan-lahan kering tersebut akan dapat ditanami kembali.
Penanaman kembali lahan-lahan kritis di Indonesia akan memberikan dampak yang positif bagi lingkungan, karena akan membentuk suatu sumber penghasil gas oksigen yang sangat penting bagi kehidupan, mengurangi pencemaran oleh gas-gas rumah kaca, dan membentuk suatu benteng penahan banjir dan longsor.
Manfaat penggunaan biodiesel dari tanaman jarak bagi masyarakat Indonesia di bidang ekonomi. Dengan dihijaukannya kembali lahan-lahan kritis, berarti akan membuka lapangan pekerjaan baru yang layak bagi masyarkat. Mereka dapat bekerja sebagai petani yang menanam dan merawat tanaman-tanaman jarak yang akan digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Buah jarak yang dihasilkan dijual kepada perusahaan yang mengolahnya menjadi biodiesel dengan harga tertentu. Dalam hal ini peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal penyediaan bibit dan penentuan harga minimum dari buah Jarak Pagar, agar petani tidak dirugikan.
Jika petani diberi hak mengelola tiga hektar lahan kering, dengan kerapatan tanaman 2500 pohon per hektar dan produktivitas 10.000 kilogram biji per hektar serta harga biji lima ratus rupiah per kilogram, setiap keluarga petani akan memperoleh panghasilan satu juta dua ratus lima puluh ribu per bulan hanya berasal dari penjualan biji jarak (Anonim, 2005:2). Pendapatan ini dapat bertambah jika bagian lain dari tanaman juga dimanfaatkan
Menurut Humas (2005:2), dari tiga juta hektar lahan kering akan dihasilkan 92.000 barel minyak per hari. Untuk memnuhi lahan tersebut diperlukan 7,5 miliar bibit. Bila dari seluruh tanah tandus seluas 13 juta hektar ditanami jarak, maka akan dihasilkan lebih dari 400.000 barel minyak per hari. Dengan demikian kita akan mengehmat penggunaan devisa negara yang biasa digunakan untuk mengimpor solar.
Dalam Kompas (2005: 14), biaya produksi biodiesel tergolong murah, rata-rata biaya produksinya antara 600 hingga 100 per liter. Harga jual netto minyak jarak tersebut diperkirakan Rp. 1.400-Rp. 2.100 per liter, harga ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga minyak saat ini. Sehingga , pengolahan jarak menjadi biodiesel yang relatif mudah dapat dilakukan dalam usaha skala kecil yang tidak membutuhkan modal yang besar. Sehingga hal ini pun akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.
Potensi lain adalah ekspor biodiesel ke berbagai negara maju yang saat ini sedang gencar-gencarnya menekan emisi gas rumah kaca. Negara-negara maju seperti Jerman, Amerika Serikat, dan Brasil saat ini juga sedang mengembangkan penggunaan biodiesel. Jika Indonesia mampu mengembangkan biodiesel dari minyak jarak dengan kualitas yang bagus, pasar internasional terbuka untuk Indonesia.



BAB III
PENUTUP
3.1     Simpulan
          Bahan bakar fosil merupakan energi yang tidak dapat diperbarui dan keberadaanya mulai berkurang sekarang ini, dan salah satunya adalah solar,  bahan bakar jenis ini memiliki banyak dampak bagi lingkungan kita dan menyebabkan krisis energi bila digunakan berlebihan.
Salah satu cara mengatasi masalah  ini dengan menggunakan energi alternatif yang dapat dimanfaatkan sebagai energi pengganti bahan bakar fosil ini. Di indonesia banyak energi alternatif yang tersedia, dan salah satu yang tersedia adalah tumbuhan yang bermacam-macam.
Tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti solar yaitu tanaman jarak pagar, yang dapat diolah menjadi biosolar dengan  proses proses yang relatif mudah.
Manfaat dari energi alternatif ini cukup banyak, mulai dari ramah lingkungan, tidak merusak dan dapat menjaga kelestarian alam, dan bermanfaat di bidang ekonomi.
3.2     Saran
Penulis merupakan seorang yang tidak lepas dari kesalahan, sehingga mash banyak kekurangan dalam makalah ini, penulis berharap agar pembaca dapat mengembangkan makalah ini dan memberi kritik agar lebih baik untuk waktu kedepan

Sumber : http://farinlutvy.blogspot.com/2011/11/penggunaan-bahan-bakar-nabati-biosolar.html

Kripik Dangke Ciri Khas Enrekang

on Rabu, 07 Januari 2015
        Dibantu Kemasan, Terkendala Pemasaran Menjadi penopang kuangan dalam
keluarga tidak saja bisa dilakukan oleh suami sebagai kepala keluarga. Istri pun
bisa berbuat maksimal dengan kemampuan yang diasah sejak dini. Salah satunya
yang dilakukan Rasna, dia memilih menjadi pengusaha kripik dangke. Walau
dengan penghasilan tidak pasti, namun dari hasil pengolahan dan penjualan kripik
dangkenya saat ini Rasna bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan tiga
anaknya hingga kuliah.
Enrekang.InfoPublik.
         HUJAN gerimis tidak menghalangi jadwal Rasna mengantar dagangan
kripik dangkenya. Siang itu dia harus mengantar pesanan ke Kantor Bupati
Enrekang yang menginginkan beberapa bungkus cemilan dangke racikan Rasna.
Model kripiknya terlihat sederhana dengan potongan kecil dan bergelombang.
Disisi kripiknya tampak sengaja dibuat bergerigi untuk mempercantik.
Dia memberi label dangkenya "Indo Dangke" dengan alasan lebih mudah
dikenal. Indo Dangke bisa diartikan sebagai ibu atau induk kripik dangke saat ini.
Tak heran sebab kripik yang dibuatnya sekarang menjadi tren dan diikuti sejumlah
pengusaha kecil lainnya di Enrekang.
          Saat dicicipi, kripik dangke ini terasa gurih. Tidak terlalu manis ataupun
asin. Rasanya juga tidak hambar namun begitu di ngemil sampai beberapa kali,
terasa tidak ingin berhenti untuk melanjutkan cemilan berikutnya. Ternyata
rahasia pembuatan kripik Indo Dangke ini ada pada komposisi pengolahannya.
Rasna yang dikenal sebagai pencetus kripik dangke pertama di Enrekang sejak
tiga tahun lalu itu membeberkan rahasinya dengan mengatakan harus
menggunakan minyak tertentu agar rasa kripik dangkenya tidak berubah dan
terasa menari-nari di lidah.
         "Saya pake minyak khusus merek Bimoli. Bukan minyak lain. Sebab
rasanya akan menyatu dengan adonan dangke dan beberapa bahan lainnya," kata
Rasna. Dia mengatakan mengolah bisnis ini cukup menggiurkan. Lantaran bisa
menggunakan semua hasil dangke yang ada di Enrekang.
Beda bila hanya mengandalkan penjualan dangke yang kadang rasanya
pahit. Dangke yang pahit biasanya tidak terlalu diminati pembeli. Sementara
untuk pembuatan kripik dangke tidak terlalu berpengaruh dengan rasa dangkenya.
Selama racikan minyak, tepung dan gulanya seimbang, maka rasa kripik dangke
dijamin merata dan bermain dilidah.
         Dengan satu biji dangke yang bisa didapat seharga Rp15 ribu, jika diolah
bisa menghasilkan sekira 20 bungkus kripik dangke kecil yang rata-rata dijual
seharga Rp5.000 perbungkus. Keuntungan yang didapat juga jauh lebih
signifikan. Tak heran bila saat ini, Rasna yang bersuamikan Yanno, guru SD di
Lebang Kecamatan Cendana ini bisa menyekolahkan ketiga anaknya hingga di
perguruan tinggi. Tercatat seorang anak Rasna bernama Muh Alwi Yaras saat ini
sebagai mahasiswa STMIK Makassar angkatan 2011 dan dua lainnya masingmasing
Nurul Fitra baru akan kuliah dan adiknya Maghfiratul Jannah tahun ini
segera melanjutkan pendidikan ke singkat SLTP.
        "Kalau berharap dari gaji suami memang ada tapi kecil. Hasil penjualan
kripik dangke bisa lebih besar dari pendapatan suami," tutur Rasna. Rasa kripik
dangke milik Rasna bisa lebih berkesan lantaran telah memiliki kemasan yang
menarik. Beberapa bulan terakhir dia sudah menjajakan kripik dangkenya dengan
kemasan moderen mirip kemasan snack dari pabrik-pabrik besar di tanah air. Itu
adalah bantuan kemasan dari Yayasan Halal Center milik Bupati Enrekang, Haji
La Tinro La Tunrung. Rasna menceritakan bahwa usahanya pernah sudah
dipasarkan secara reguler ke Makassar. Kripik dangke "Indo Dangke" asal
Enrekang sudah pernah lama bertengger di etalase sejumlah supermarket terutama
di Pasar Segar Makassar.
        Namun karena pelanggan yang berebutan dan sering bertengkar, maka
pengiriman dihentikan. Sejak saat itu, pasar kripik dangke menembus persaingan
snack di Makassar kembali redup. Untuk menumbuhkan kembali pasar kripik
dangke ke luar Enrekang, sejumlah pengusaha kripik dangke didaerah ini
membentuk Asosiasi Pengusaha Dangke Enrekang untuk lebih mengoptimalkan
usaha. Dalam pertemuan itu, sekira 19 orang pengusaha dangke yang didominasi
ibu-ibu ini sepakat menjaga komposisi pembuatan kripik ini harus sama antara
satu pengusaha dengan pengusaha lainnya. Agar kualitas dan cita rasanya bisa
dipertahankan.
       "Saat ini pemasarannya di Enrekang tidak berkembang. Hanya melayani pesanan
kantor-kantor. Kita berharap ada pembeli tetap dari Makassar dan daerah lainnya.
Apalagi karena kita sudah bikin Asosiasi," kata Rasna.
Dia menceritakan sebelumnya, dia dan sejumlah pengusaha kripik dangke
sudah mendapat bantuan dari Yayasan Halal Center dan Pemkab Enrekang
melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) berupa
kemasan kripik dangke yang lebih moderen sejak akhir tahun lalu. Namun
menurutnya kesulitan mereka sekarang lebih pada pemasaran hasil kripik tersebut.
Terlebih karena kemasan kripik yang dibantukan pemerintah itu mendapat respons
beragam dari sejumlah pelanggannya.
         Model kemasan yang tertutup rapat menyebabakan pembeli tidak bisa
melihat secara utuh tampilan kripik dangke didalamnya. Terkait harapan
pengusaha kripik dangke ini, Direktur Perusda Enrekang, Suapri Giffari mengaku
siap memfasilitasi pemasaran kripik dangke tersebut. Sebab bila berharap penuh
pada pemerintah menurutnya sudah beberapa lama sejak bantuan kemasan
diberikan, namun kondisi pemasaran kripik dangke ternyata belum berubah
signifikan.
         Menurut Suapri pangsa pasar kripik ini sebenarnya sangat terbuka bila
dikelola dengan profesional. Sisa keinginan pemerintah yang besar untuk
mendukung berkembangnya usaha ini di Enrekang. Apalagi ciri Enrekang saat ini
tidak bisa dilepaskan sebagai penghasil dangke yang sudah diakui ditanah air.
Teknis bantuannya menurut Suapri, Perusda yang akan mengelola mulai
dari kemasan, pengepakan hingga pemasaran. Pengusaha menurutnya sisa
membuat kripik dangke dengan adonan yang sama dalam jumlah yang dibutuhkan
pasar. "Kualitasnya harus dijaga. Antara pengusaha satu dengan yang lain harus
menggunakan adonan yang sama agar rasa kripik dangke ini tidak berbeda. Nanti
kami yang kelola mulai dari kemasan, pengepakan hingga pemasarannya," ujar
Suapri. (McEnrekang.Lubis.RM)
http://infopublik.org/read/42696/menguak-rahasia-kripik-dangke-enrekang.html